Saturday, November 3, 2012

Fi’il Ruba’i Mazid dan ruang lingkupnya

Sobat khoir, sebelumnya kami telah posting artikel tentang Ilmu Shorof, yaitu Fi’il Ruba’i Mujarrod dan Mulhaq serta ruang lingkupnya. Berikut ini ilmu sorof. Bab Keempat yaitu Fi’il Ruba’i Mazid dan ruang lingkupnya. Harapan kami semoga bab ini dapat mempermudah pemahaman kami dan juga bagi pembaca semua. Namun sebelumnya kami mohon maaf bila dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan, karena kami juga masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan.

PEMBAHASAN
A.     Fi’il Ruba’i Mazid
Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il madzinya memuat huruf lebih dari empat huruf, dengan rincian yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.
Contoh:
1.       Wazan تَفَعْلَلَ ditambah ta’, seperti تَدَخْرَجَ (menjadi terguling), asalnya دَخْرَجَ (tergulingkan).
2.       Wazan اِفْعَنْلَلَ ditambah hamzah dan nun, seperti اِخْرَنْجَمَ (menjadi berkumpul), asalnya خَرْجَمَ (mengumpulkan/berdesakan).
3.       Wazan اِفْعَلَلَّ ditambah hamzah dan takrar lam fi’il yang kedua, seperti اِقْشَعَرَّ (sangat mengerut), asalnya قَشْعَرَ (mengerut).
Secara garis besar fi’il ruba’i mazid dibagi menjadi dua, yaitu:
1.       Fi’il ruba’i mazid khumasi
2.       Fi’il ruba’i mazid sudasi

B.      Fi’il ruba’i mazid khumasi
Fi’il ruba’i mazid khumasi ialah kalimah yang fi’il madlinya terdiri dari lima huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang satu berupa huruf tambahan.
Contoh: تَجَلْبَبَ
Adapun huruf tambahan yang terdapat pada fi’il ruba’i mazid khumasi ini hanya ada satu, yaitu: ta’ yang bertempat dipermulaan. Maka dari itu babnya ada satu, yaitu بَابَ التَّفَعْلَلَ
Dalam bab ini fi’il ruba’i mujarod diikutkan wazan تَفَعْلَلَ dengan menambah huruf ta’ dipermulaan mempunyai dua faidah, yaitu:
1.      Menunjukkan arti muthawa’ah dari wazan فَعْلَلَ, Contoh: دَخْرَجَتْ الحَجَرَ فَتَدَخْرَجَ Saya mengglindingkan batu maka menggelindinglah batu itu.
2.      Menunjukkan arti sama dengan arti mujarrodnya, Contoh: تَلأْلأ الزُّجَاجَ Kaca itu mengkilat. Lafad تَلأْلأ maknanya sama dengan maknanya lafadz لأْلأ (ruba’i mujarrod)
Fi’il tsulatsi yang diilhaqkan (disamakan) dengan تَدَخْرَجَ
Adapun fi’il tsulatsi ini dapat disamakan (diilhaqkan) dengan lafad تَدَخْرَجَ dengan cara menambahkan dua huruf ta’ dan huruf wawu / mim / ya’ / tadl’if. Ini mempunyai dua fa’idah, yaitu:
1.      Menunjukkan arti muthawa’ah dari lafadz yang ilhaq pada دَخْرَجَ , Contoh: جَلْبَبْتُ زَيْدًا فَتَجَلْبَبَ Saya pakaikan baju kurung pada zaed, maka zaed berbaju kurunglah dia.
2.      Menunjukkan faedah tasybih artinya fa’il menyerupai asal fi’il, Contoh: تَشَيْطَنَ عَمْرٌو Umar berbuat seperti perbuatan syaetan.
Adapun fi’il tsulatsi mulhaq  dengan تَدَخْرَجَ jumlahnya ada 7 bab, yaitu:
تَفَعْلَى تَفَعْيَلَ تَفَعْوَلَ تَفَيْعَلَ تَمَفْعَلَ تَفَعْوَلَ تَفَعْلَلَ
Bab I          تَفَعْلَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf yang sejenis dengan lam fi’il akhirnya.
Contoh: جَلْبَبْتُ زَيْدًا فَتَجَلْبَبَ           Aku pakaikan baju pada zaed, maka berbajulah dia.
Bab II         تَفَوْعَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf wawu diantara fa’ dan ‘ain fi’il.
Contoh: جَوْرَبُتُ زَيْدًا فَتَجَوْرَبَ Aku pakaikan kaos kaki pada zaed, maka berkaos kakilah dia.
Bab III        تَمَفْعَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf mim dipermulaan fi’il.
Contoh: تَمَسْكَنَ زَيْدٌ  Zaed menjadi miskin.
Bab IV        تَفَيْعَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf ya’ diantara fa’ dan ‘ain fi’il.
Contoh: تَشَيْطَنَ زَيْدٌ Zaed melakukan perbuatan yang dimakruhkan
Bab V         تَفَعْوَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf wawu diantara ‘ain dan lam fi’il.
Contoh: تَرَهْوَكَ زَيْدٌ Zaed berjalan dengan sombong
Bab VI        تَفَعْيَلَ
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf ya’ diantara ‘ain dan lam fi’il.  Dalam kitab kafawi halaman 37 diterangkan bahwa bab ini menurut hasil istiqro’nya ulama’ tidak ada maka dari itu wajar kalau bab ini jarang sekali disinggung dalam kitab syarah.
Contoh: تَشَريَفَ memetik
Bab VII       تَفَعْلَى
Bab ini ditandai dengan fi’il madli yang memuat lima huruf dengan menambahkan huruf ta’ dipermulaan dan huruf ya’ diakhirnya.
Contoh: سَلْقَيْتُهُ فَتَسَلْقَى Saya menidurkan dengan terlentang, maka tidurlah ia dengan terlentang.

C.      Fi’il Ruba’i Mazid Sudasi
Fi’il ruba’i mazid sudasi ialah kalimah yang fi’il madlinya memuat enam huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang dua berupa huruf tambahan.
Contoh:  اِخْرَنْجَمَ dinamakan sudasi karena jumlah hurufnya ada enam.
Adapun huruf tambahan pada bab ini ada 2, maka babnya juga ada 2,yaitu:
1.       Hamzah washol yang ada dipermulaan dan huruf nun setelah ‘ain fi’il ( اِفْعَنْلَلَ )
2.       Hamzah washol beserta tadl’if lam fi’ilnya ( اِفْعَلَلَّ )
BAB I              اِفْعَنْلَلَ
Fi’il rubai mujarrod dipindah ikut wazan اِفْعَنْلَلَ dengan menambahkan hamzah washol dipermulaan dan huruf nun setelah ‘ain fi’il, mempunyai faidah: muthawa’ah dari wazan  فَعْلَلَ  (ruba’i mulhaq).
Contoh: خَرْجَمْتُ الاِبِلَ فَاخْرَنْجَمَ Saya mengumpulkan unta maka berkumpulah unta itu.
Fi’il Tsulatsi Mujarrod yang diilhaqkan (disamakan) pada اِخْرَنْجَمَ  
Adapun fi’il tsulatsi mujarod yang disamakan (diilhaqkan) dengan lafad اِخْرَنْجَمَ (ruba’i mazid sudasi) ini mempunyai dua bab, yaitu: اِفْعَنْلَلَ اِفْعَنْلَى
Bab I          اِفْعَنْلَلَ
Fi’il tsulatsi diilhaqkan (disamakan) pada اِخْرَنْجَمَ dengan menambahkan huruf hamzah washol dan huruf nun setelah ‘ain fi’il serta tadl’if lam fi’ilnya, mempunyai faedah mutowa’ah dari fi’il lazim.
Contoh:  زَيْدٌاِقْعَنْسَسَZaed sangad  mengedek (ngedet : jawa)
Dalam kitab Talhis halaman 49 diterangkan bahwa bab ini disamping berfaedah mutowa’ah juga berfaedah mubalaghoh. Lafadz اِقْعَنْسَسَ dengan ziadah hamzah dan nun berfaedah mutowa’ah dan mubalaghoh sebagaimana dalam اِخْرَنْجَمَ , sedangkan tadl’if berfaedah ilhaq.
Bab II         اِفْعَنْلَى
Fi’il tsulatsi diilhaqkan (disamakan) pada اِخْرَنْجَمَ dengan menambahkan huruf hamzah washol dipermulaan, huruf nun setelah ‘ain fi’il dan huruf ya’ diakhir kalimah, mempunyai faedah mutowa’ah dari fi’il lazim (فَعْلَى)
Contoh:  اِسْلَنْقَى زَيْدٌ Zaed  tidur dengan terlentang.
Lafadz اِسْلَنْقَى dengan ziadah hamzah dan nun berfaedah mutowa’ah, sedangkan ya’ berfaedah ilhaq.
BAB II             اِفْعَلَلَّ
Fi’il rubai mujarrod dipindah ikut wazan اِفْعَلَلَّ dengan menambahkan hamzah washol dipermulaan dan tadl’if lam fi’ilnya, mempunyai faidah: memubalaghahkan makna fi’il lazim.
Contoh: اِقْشَعَرَّ الْجِلْدُ Kulit itu sangat mengerut,
SIMPULAN
1.      Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il madzinya memuat huruf lebih dari empat huruf, yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.
2.       Fi’il ruba’i mazid khumasi ialah kalimah yang fi’il madlinya terdiri dari lima huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang satu berupa huruf tambahan.
3.       Fi’il ruba’i mazid sudasi ialah kalimah yang fi’il madlinya memuat enam huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang dua berupa huruf tambahan.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Moch., Ilmu Sharaf / KH. Moch. Anwar, Bandung: Sinar Biru Algensindo, 1996
Hamid  Abdul Manaf, Pengantar Ilmu Shorof, Nganjuk: Fathul Mubtadiin, 1993
Disusun oleh:
Sarwono, dkk. PBA Madin INSURI Ponorogo

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment